Orbit Starlink Jadi Lebih Rendah, Ini Dampaknya!

Orbit Starlink akan diturunkan demi meningkatkan keselamatan operasional dan keberlanjutan lingkungan antariksa. Bagi pengguna, perubahan ini berpotensi menghadirkan koneksi yang lebih responsif. 

Internet Starlink tengah melakukan perubahan besar dalam konfigurasinya. Dilansir dari Kompas, pada tahun 2026, lebih dari 4.400 satelit Starlink yang selama ini beroperasi di sekitar 550 kilometer di atas permukaan Bumi akan dipindahkan ke orbit yang lebih rendah, yakni sekitar 480 kilometer. 

Perubahan orbit Starlink ini dijelaskan oleh Michael Nicolls, Vice President Starlink Engineering. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah satelit di lintasan LEO meningkat tajam. Stasiun orbit di kisaran 500 hingga 600 kilometer menjadi salah satu jalur paling padat, sehingga peluang tabrakan antar satelit atau dengan puing antariksa turut meningkat. 

Penurunan ini menjadi upaya untuk meningkatkan keselamatan operasional satelit sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan antariksa, dengan mengurangi risiko penumpukan sampah antariksa di orbit rendah Bumi.

Baca Juga: 5 Manfaat Sewa Starlink dari Authorized Reseller!

Apa dampaknya bagi pengguna di Bumi? 

Dari sisi teknis, satelit yang berada lebih dekat ke permukaan Bumi berpotensi menghadirkan latensi yang sedikit lebih rendah, karena jarak tempuh sinyal dari satelit ke perangkat pengguna menjadi lebih pendek. 

Meski perbedaannya tidak selalu terasa signifikan dalam penggunaan sehari-hari, secara teoritis penurunan orbit Starlink dapat mendukung koneksi yang lebih responsif, terutama untuk aktivitas yang sensitif terhadap jeda waktu seperti panggilan video dan aplikasi berbasis cloud.

Selain itu, penurunan orbit Starlink ini juga berarti risiko tabrakan berkurang. Di bawah ketinggian 500 kilometer, jumlah objek puing dan satelit lain secara keseluruhan lebih sedikit dibandingkan di ketinggian yang lebih tinggi. Artinya, Starlink dapat beroperasi di “jalur” yang relatif lebih aman, mengurangi kemungkinan manuver darurat dan risiko kehilangan satelit akibat benturan tak terduga. Stabilitas jaringan pun diharapkan lebih terjaga.

Perubahan ketinggian orbit Starlink berdampak positif pada pengelolaan orbit jangka panjang. Dengan satelit yang lebih cepat kembali ke atmosfer setelah masa operasionalnya habis, Starlink berkontribusi pada upaya global mengurangi penumpukan sampah antariksa. Ini penting untuk mendukung keberlangsungan misi satelit lain, termasuk komunikasi, pengamatan Bumi, hingga misi luar angkasa berawak di masa depan.

Yang paling penting, dengan perubahan ketinggian orbit Starlink ini, Starlink tetap berkomitmen menghadirkan konektivitas internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah, sekaligus memastikan operasionalnya berada pada jalur yang lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Cara Beli Starlink untuk Kantor di Reseller Resmi!

Beli Starlink untuk Perusahaan

Apabila sedang mencari Starlink untuk perusahaan, reseller resmi Starlink seperti Primacom dapat menjadi pilihan. Primacom merupakan salah satu Authorized Starlink Reseller di Indonesia yang menawarkan perangkat dan layanan internet Starlink bagi pelaku bisnis. Perangkat Starlink untuk perusahaan di Primacom tersedia dalam skema beli Starlink dan sewa Starlink.

Beroperasi sejak 1991 sebagai penyedia komunikasi satelit, Primacom memiliki reputasi panjang dalam menghadirkan layanan komunikasi andal guna menunjang operasional industri. Konsultasi bersama tim profesional Primacom di sini atau email ke marketing@primacom.co.id mengenai kebutuhan Starlink untuk perusahaan. 

Similar Posts