Film Panjang Pertama Buatan AI Tayang, Ini 3 Faktanya

Film Pirate Queen: Zheng Yi Sao hadir sebagai film panjang pertama di dunia yang hampir seluruh prosesnya dihasilkan oleh teknologi AI. Film ini menunjukkan bagaimana AI mulai mengambil peran besar dalam proses produksi konten kreatif.
Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) semakin membuka kemungkinan baru di industri kreatif, termasuk perfilman. Kini teknologi ini mulai mengambil peran jauh lebih besar. Salah satu buktinya adalah hadirnya film Pirate Queen: Zheng Yi Sao, film panjang yang diklaim sebagai film pertama di dunia dengan proses pengerjaan yang sepenuhnya dibuat menggunakan bantuan AI generatif.
Film ini menjadi tonggak baru dalam sejarah produksi konten digital karena hampir seluruh proses kreatifnya melibatkan teknologi AI, mulai dari tahap perancangan hingga pascaproduksi. Berikut adalah 3 fakta menarik tentang film Pirate Queen: Zheng Yi Sao yang perlu #SahabatPrimacom ketahui!Â
Baca Juga: AI, Membantu atau Mengancam?
Produksi Film Berbasis AI End-to-End
Film Pirate Queen: Zheng Yi Sao menggunakan pendekatan AI generated content secara end-to-end. Teknologi AI diterapkan dalam pembuatan desain karakter, latar cerita, penulisan naskah, animasi, hingga penyempurnaan visual di tahap akhir produksi. Dengan pendekatan ini, proses kreatif yang biasanya memerlukan banyak tenaga manusia dan lamanya waktu produksi dapat dipangkas secara signifikan.Â
Meski demikian, film ini tetap melibatkan peran kreator manusia dalam mengarahkan konsep, alur cerita, serta nilai artistik yang ingin disampaikan. Kolaborasi antara manusia dan mesin inilah yang menjadi ciri utama produksi film berbasis AI generatif.
Mengangkat Kisah NyataÂ
Dilansir dari The Independent, film Pirate Queen: Zheng Yi Sao mengangkat kisah nyata Zheng Yi Sao, seorang bajak laut perempuan asal Guangdong yang hidup pada awal abad ke-19. Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin armada bajak laut terbesar dalam sejarah, dengan ribuan kapal dan puluhan ribu pengikut di bawah komandonya.
Perjalanan hidup Zheng Yi Sao yang bangkit dari masa lalu kelam hingga menjadi tokoh berpengaruh di dunia maritim Asia Timur menjadi fondasi utama cerita film ini. Dengan pendekatan visual berbasis AI, kisah sejarah tersebut disajikan dalam gaya visual yang unik.
Baca Juga: 3 Fakta Penting tentang Machine Learning!
Kolaborasi Kreator InternasionalÂ
Film Pirate Queen: Zheng Yi Sao merupakan hasil kolaborasi antara Future Studios dari Malaysia dan FizzDragon dari Singapura. Film ini menggunakan bahasa Mandarin dan melibatkan kreator dari 12 negara berbeda. Dalam proses produksinya, tim memanfaatkan teknologi machine learning, computer vision, dan NLP untuk mengolah visual, narasi, serta elemen sinematik lainnya.
AI Generatif dan Masa Depan Industri Kreatif
Kehadiran film Pirate Queen: Zheng Yi Sao menandai babak baru dalam dunia produksi film dan konten digital. Teknologi AI generatif berpotensi mengubah cara kreator merancang ide, memproduksi karya, hingga mendistribusikan konten ke audiens yang lebih luas. #SahabatPrimacom sudah menonton film Pirate Queen: Zheng Yi Sao? Bagaimana menurut #SahabatPrimacom? Pantau terus informasi terbaru soal teknologi, AI, dan digitalisasi bisnis di sini.
